Gunkanjima: 3, gate

Secarik kertas dengan tinta biru yang menjadi perhatian semua orang saat itu. Seorang laki-laki yang cukup pendek dan berpakaian formal rapih lengkap dengan dasi hitam terlihat menghilang di kegelapan setelah insiden 'batu' tersebut, begitu yang dikatakan mas Aryo. Dia bilang laki-laki itu tampak lemah dan tetap tersenyum walaupun dia diteriaki. "matanya merah" kata aryo penasaran. "merah pakai soft lenses?" tanya Rina spontan. "bukan, yang jelas merah, gw gak bisa ngegambarinnya, yang jelas tuh orang kuat gila, bayangin aja, kita dilantai enam, tapi dia tepat banget ngelempar batunya, malem-malem gini lagi." jawab Aryo memimpin 'penyelidikan' dadakannya. "Lah dari mana lw tau dia tepat sasaran?" tanyaku sambil meminggirkan pecahan kaca ke arah tembok. Aryo berdiri dari posisi jongkoknya yang memang seperti seorang detektif di komik jepang sambil memegang batu dan kertas yang dicorat coret itu kemudian berkata "gw gak tau, yang jelas dia tersenyum puas sambil sedikit membungkuk ke arah gw sambil nutup matanya yang merah, dan dia mundur 2 langkah ke arah bayangan, terus... ". "ilang?" jawabku. "iya, hilang, dan klo gw bilang hilang, itu arti sebenarnya."

Temen-temen kantor yakin klo itu bukan tindakan yang diniatkan buat melukai seseorang, yah sekalipun kita merasa terancam sesaat, tapi akhirnya kita putuskan untuk ngebuat surat pergantian kaca yang pecah-yang sekarang ditambel pake lakban coklat- itu dan tentunya,gak ngadu ke polisi.

24 Februari 2009

Pagi ini tak ada yang spesial, aku bangun jam 7 pagi dan tak seorangpun membangunkanku dari kematian sesaat' yang akhirnya membuatku kesulitan memakai bra Pierre Cardin merah kesayanganku yang didahului jatuhnya tonner rambut karena terlalu terburu-buru masuk kantor. Sudahlah, aku tetap harus melanjutkan artikel yang baru. Kali ini aku tertarik dengan berita Human Trafficking.


    • gw gak tau pagi itu, saat memutuskan isi artikel yang mau gw buat ternyata malah menjadi pintu gerbang gw ke 'neraka dunia' yang sebelumnya cuma ada di file-file kriminalitas divisi pembunuhan dan penjualan organ manusia kepolisian negara.Pagi itu seakan bilang "let the game begin.."

      fahmi: mau tau lanjutannya? tunggu ya.. hehe

      Comments